JIZYAH

Jizyah adalah pungutan khusus yang dikenakan kepada kafir dzimmiy, baik dari kalangan ahlu kitab, musyrik non Arab, dan semua orang kafir.  Ketentuan ini didasarkan firman Allah swt,”

قَاتِلُوا الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَا بِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلَا يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَلَا يَدِينُونَ دِينَ الْحَقِّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حَتَّى يُعْطُوا الْجِزْيَةَ عَنْ يَدٍ وَهُمْ صَاغِرُونَ
“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.” [TQS At Taubah (9):29]
Imam Ibnu Katsir menyatakan, “Ayat mulia ini merupakan perintah pertama untuk memerangi ahlul kitab, setelah urusan dengan kaum Musyrik selesai, dan umat manusia telah masuk ke dalam agama Allah secara serentak.  Setelah keadaan Jazirah Arab stabil, maka Allah dan RasulNya memerintahkan kaum Mukmin untuk memerangi dua Ahlul Kitab, yakni Yahudi dan Nashrani.  Peristiwa ini terjadi pada tahun 9 Hijrah.”
Masih menurut Imam Ibnu Katsir, ayat ini dijadikan hujjah oleh sebagian fukaha yang berpendapat bahwa jizyah tidak dipungut kecuali kepada ahlul kitab dan orang yang disetarakan dengan ahlul kitab, yakni kaum Majuzi.   Alasannya, Rasulullah saw memungut jizyah dari Majuzi Hajar.  Pendapat ini dipegang oleh Madzhab Syafi’iy.  Imam Ahmad dan Abu Hanifah berpendapat; jizyah dipungut dari seluruh orang kafir non Arab baik dari kalangan Ahlul Kitab maupun Musyrik; namun, jizyah tidak dipungut dari orang Arab, kecuali mereka yang termasuk dari kalangan Ahlul Kitab.
Kewajiban jizyah juga ditetapkan berdasarkan sunah.   Diriwayatkan dari Qais bin Muslim, dari Hasan bin Mohammad bahwasanya Rasulullah saw menulis surat untuk Majusi Hijr yang isinya menyeru mereka agar masuk Islam.  Siapa saja yang masuk Islam akan diterima keislamannya. Dan siapa saja yang menolak masuk Islam diwajibkan atas mereka membayar jizyah; sembelihan mereka tidak boleh dimakan, dan wanita mereka tidak boleh dinikahi.”
Diriwayatkan dari Abu ‘Ubaid dari Ja’far bin Mohammad dari bapaknya, bahwasanya ia berkata, “Umar berkata, “Saya tidak tahu apa yang harus aku lakukan terhadap Majusi.  Sebab, mereka bukan ahlu kitab.  ‘Abdurrahman bin ‘Auf berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw bersabda, “Perlakukan mereka, sebagaimana perlakukan kamu terhadap ahlu kitab. ”
Abu ‘Ubaid juga meriwayatkan dari jalur Ibnu Syihaab, bahwasanya Rasulullah saw mengambil jizyah dari Majusi Hajar.   Sedangkan Umar memungut jizyah dari Majuzi Persia, dan tak seorangpun shahabat mengingkari masalah ini.  Dituturkan juga bahwa Utsman bin ‘Affan memungut jizyah dari bangsa Barbar, dan tak seorangpun shahabat mengingkarinya.
Adapun khusus bagi kaum Musyrik Arab, mereka hanya diberi dua pilihan saja, masuk Islam atau diperangi.  Jika masuk Islam, mereka dibiarkan hidup dan tidak dikenakan jizyah, sedangkan jika menolak masuk Islam akan diperangi.  Dengan kata lain, tidak ada tawaran jizyah kepada mereka.  Oleh karena itu, tidak ada perjanjian dan perdamaian bagi mereka. Ini adalah hukum khusus bagi Musyrik Arab.   Pendapat semacam ini dipegang oleh Imam Ahmad, Abu Hanifah, Al-Hasan, Ibnu Al-Qasim, Asyhab, dan Sahnuun.  Ketentuan semacam ini didasarkan pada firman Allah swt:

قُلْ لِلْمُخَلَّفِينَ مِنَ الْأَعْرَابِ سَتُدْعَوْنَ إِلَى قَوْمٍ أُولِي بَأْسٍ شَدِيدٍ تُقَاتِلُونَهُمْ أَوْ يُسْلِمُونَ فَإِنْ تُطِيعُوا يُؤْتِكُمُ اللَّهُ أَجْرًا حَسَنًا وَإِنْ تَتَوَلَّوْا كَمَا تَوَلَّيْتُمْ مِنْ قَبْلُ يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا
“Katakanlah kepada orang-orang Badwi yang tertinggal: “Kamu akan diajak untuk (memerangi) kaum yang mempunyai kekuatan yang besar, kamu akan memerangi mereka atau mereka menyerah (masuk Islam). Maka jika kamu patuhi (ajakan itu) niscaya Allah akan memberikan kepadamu pahala yang baik dan jika kamu berpaling sebagaimana kamu telah berpaling sebelumnya, niscaya Dia akan mengazab kamu dengan azab yang pedih”.[al-Fath:16]
Abu Ubaid meriwayatkan sebuah hadits dari Husyaim, dari al-Hasan, bahwasanya ia berkata, “Rasulullah saw memerintahkan kami untuk memerangi orang Arab untuk memeluk Islam, dan tidak akan diterima apapun (jizyah) dari mereka.  Namun, Rasulullah memerintahkan untuk memerangi Ahlul Kitab hingga mereka menyerahkan jizyah dalam keadaan tunduk”.  Menurut Abu Ubaid, yang dimaksud dengan orang Arab di dalam hadits ini adalah para penyembah berhala (musyrik), dan bukan Ahlul Kitab.  Sedangkan jika orang Arab itu termasuk Ahlul Kitab, maka jizyah boleh diambil dari mereka.
Imam Syaukaniy di dalam kitab Nail al-Authar, menuturkan;Imam al-Thahawiy menyatakan bahwa jizyah dipungut dari kalangan ahlul kitab dan seluruh kaum musyrik di luar Arab.  Adapun kaum Musyrik Arab, maka jizyah tidak dipungut dari mereka.  Mereka hanya diberi alternative; masuk Islam atau diperangi.  Tidak ada tawaran jizyah bagi Musyrik Arab.
Orang yang hendak diperangi oleh Rasulullah saw di dalam ayat ini adalah para penyembah berhala dari kalangan Arab.  Jika mereka menolak masuk Islam, akan diperangi hingga masuk Islam.   Oleh karena itu, ayat ini menunjukkan dengan jelas, bahwa tidak berlaku perdamaian dan perjanjian dengan musyrik Arab.  Mereka hanya diberi dua pilihan, masuk Islam atau diperangi; dan tidak ada tawaran jizyah kepada mereka.   Diriwayatkan juga dari jalan al-Hasan, bahwasanya Rasulullah saw memerintahkan kaum Muslim untuk memerangi kaum musyrik Arab hingga mereka mau masuk Islam, dan tidak akan diterima apapun dari mereka selain masuk Islam.  Dan Rasulullah saw memerintah kaum Muslim agar memerangi Ahlul Kitab hingga mereka mau membayar jizyah dari tangan mereka, sedangkan mereka dalam keadaan tunduk.
Abu ‘Ubaid berpendapat, bahwa yang dimaksud dengan orang Arab di sini adalah para penyembah berhala (kaum Musyrik Arab) yang bukan termasuk ahlul kitab.   Sedangkan orang kafir yang termasuk ahlul kitab, Rasulullah saw menerima jizyah dari mereka.   Tidak ada satupun hadits yang menunjukkan, bahwa Rasulullah saw memungut jizyah dari kaum Musyrik Arab setelah turunnya surat al-Fath.  Terhadap orang Musyrik Arab hanya diberi dua opsi belaka, masuk Islam atau perang.
Khalifah hendaknya menjelaskan siapa saja yang wajib membayar jizyah, berapa besarnya, dan kapan dibayar.   Khalifah juga wajib mengumumkan kepada mereka, bahwa jizyah dipungut setahun sekali.  Jizyah hanya dipungut dari orang-orang yang mampu saja, dan tidak dipungut dari orang-orang kafir yang fakir dan miskin.  Jizyah juga tidak dipungut dari wanita dan anak-anak.  Jizyah hanya diambil dari laki-laki dewasa yang mampu membayarnya.   Diriwayatkan dari Nafi’ dari Aslam, bekas budaknya Umar, bahwasanya ‘Umar pernah menulis surat kepada pemimpin-pemimpin pasukan agar mereka berperang di jalan Allah.  ‘Umar juga berpesan agar mereka tidak memerangi suatu kaum, kecuali kaum yang memerangi mereka.  Umar juga berpesan kepada mereka untuk tidak membunuh wanita dan anak kecil.  Mereka hanya boleh memerangi laki-laki yang telah tumbuh rambut kemaluannya. Beliau juga menulis kepada para pemimpin pasukan tersebut agar menarik jizyah.   Mereka dilarang menarik jizyah dari wanita dan anak-anak kecil.  Jizyah hanya dipungut dari laki-laki yang telah tumbuh rambut kemaluannya.”
Dari seluruh uraian di atas dapat disimpulkan, bahwa jizyah hanya dipungut dari laki-laki dewasa yang memang mampu membayarnya.  Jizyah tidak dipungut dari wanita, anak-anak kecil, serta orang-orang yang tidak mampu membayarnya.   Jizyah dipungut setiap tahun sekali, dan besarnya ditetapkan berdasarkan ijtihad Khalifah.
Penyerahan jizyah oleh orang kafir harus disertai dengan ketundukan mereka terhadap hukum dan kekuasaan Islam; dan tidak boleh menampakkan permusuhan atau penghinaan terhadap keyakinan-keyakinan dan ketentuan-ketentuan Islam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: