LARANGAN MENYAKITI ALLAH DAN RASUL

Larangan Menyakiti Allah dan RasulNya

Seorang Mukmin dilarang menyakiti atau menentang Rasulullah saw. Allah swt berfirman;

إِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا مُهِينًا

“Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan”.[TQS Al Ahzab (33):57]

Imam Qurthubiy di dalam Tafsir Qurthubiy menyatakan, bahwasanya para ulama berbeda pendapat mengenai perkara-perkara apa saja yang bisa menyakiti Allah swt. Mayoritas ulama berpendapat; Allah swt disakiti dengan kekufuran, menuduhNya punya anak, menyekutukanNya (syirk), mensifatiNya dengan sesuatu yang tidak dimilikiNya; misalnya, perkataan orang Yahudi, “Sesungguhnya tangan Allah terbelenggu“; perkataan orang Nashrani bahwasanya Isa as adalah anak Allah; dan perkataan orang Musyrik, “Para malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah, sedangkan berhala-berhala adalah sekutu-sekutu Allah”. Sedangkan perkara-perkara yang bisa menyakiti Rasulullah saw adalah semua perkataan maupun perbuatan yang menyakiti beliau. Perkataan yang menyakitkan, misalnya, tuduhan bahwa beliau adalah tukang sihir, dukun gila, dan lain sebagainya. Sedangkan perbuatan yang menyakiti beliau saw adalah memecahkan gigi, dan melukai wajah beliau pada saat perang Uhud; melempari beliau saw dengan batu, mencekik, memburu, dan lain sebagainya.

Imam Ibnu Katsir menyatakan, bahwasanya ayat ini berlaku umum bagi siapa saja yang menyakiti Rasulullah saw. Sesungguhnya, siapa saja yang menyakiti beliau saw, maka ia telah menyakiti Allah. Sebaliknya, siapa saja yang mentaati Rasulullah saw, maka orang itu juga taat kepada Allah.

Di tempat yang lain, Allah swt berfirman;

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ ءَاذَوْا مُوسَى فَبَرَّأَهُ اللَّهُ مِمَّا قَالُوا وَكَانَ عِنْدَ اللَّهِ وَجِيهًا

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa; maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah”.[TQS Al Ahzab (33):69]

وَمِنْهُمُ الَّذِينَ يُؤْذُونَ النَّبِيَّ وَيَقُولُونَ هُوَ أُذُنٌ قُلْ أُذُنُ خَيْرٍ لَكُمْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَيُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِينَ وَرَحْمَةٌ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ رَسُولَ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang menyakiti nabi dan mengatakan: “Nabi mempercayai semua apa yang didengarnya.” Katakanlah: “Ia mempercayai semua yang baik bagi kamu, ia beriman kepada Allah, mempercayai orang-orang mukmin, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu.” Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah itu, bagi mereka azab yang pedih“.[TQS At Taubah (9):61]

Ayat-ayat di atas –dan masih banyak ayat yang lain– menunjukkan dengan sangat jelas, bahwasanya menyakiti Rasulullah saw merupakan bagian dari sifat kemunafikan, dan pelakunya dihukumi telah keluar dari Islam. Atas dasar itu, seorang Mukmin wajib menjauhi sejauh-jauhnya perbuatan “menyakiti” Nabi Mohammad saw, baik melalui perkataan maupun perbuatan.

Begitu pula menentang Rasulullah saw; sesungguhnya ini adalah perbuatan haram yang harus dijauhi seorang Mukmin. Bahkan, penentangan seseorang terhadap Rasulullah saw bisa menjatuhkan dirinya ke dalam kekufuran. Allah swt berfirman;

أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّهُ مَنْ يُحَادِدِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَأَنَّ لَهُ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدًا فِيهَا ذَلِكَ الْخِزْيُ الْعَظِيمُ

“Tidaklah mereka (orang-orang munafik itu) mengetahui bahwasanya barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya nerakan Jahannamlah baginya, dan mereka kekal di dalamnya. Itu adalah kehinaan yang besar”.[TQS At Taubah (9): 63]

وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيهَا وَلَهُ عَذَابٌ مُهِينٌ

“Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan“.[TQS An Nisaa’ (4):14]

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang Mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang Mukmin, apabila Allah dan rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah dia telah sesat dengan kesesatan yang nyata“.[TQS Al Ahzab (33):36]

إِلَّا بَلَاغًا مِنَ اللَّهِ وَرِسَالَاتِهِ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَإِنَّ لَهُ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا

“Akan tetapi (aku hanya) menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan RasulNya, sesungguhnya baginyalah neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya“.[TQS Al Jinn (72):23]

Ayat-ayat di atas menunjukkan dengan sangat jelas, bahwasanya orang-orang yang menentang Rasulullah saw termasuk orang-orang sesat, dan akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam selama-lamanya. Salah satu bentuk penentangan terhadap Rasulullah saw adalah menolak keputusan dan ketetapannya. Al-Quran telah menyatakan hal ini dengan sangat jelas. Allah swt berfirman;

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ ءَامَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا(60)وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَى مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ رَأَيْتَ الْمُنَافِقِينَ يَصُدُّونَ عَنْكَ صُدُودًا

“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan seitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu“.[TQS An Nisaa’ (4):60-61]

Imam Ibnu al-‘Arabiy menjelaskan, bahwa ayat ini turun berkenaan dengan perselisihan antara orang Yahudi dengan orang Munafiq. Orang Yahudi dan Munafiq menyampaikan masalah mereka kepada Rasulullah saw. Perkara itu diputuskan oleh Rasulullah saw. Akan tetapi, orang munafiq tidak rela. Selanjutnya, mereka mengajukan perkaranya kepada Abu Bakar, namun orang munafiq itu juga tidak rela. Lalu, mereka mengajukan perkara mereka kepada ‘Umar. Umar masuk ke dalam rumah dan mengambil pedangnya. Orang munafiq itu dipenggal kepalanya hingga mati. Keluarga orang munafiq itu melaporkan perkara tersebut kepada Rasulullah saw. ‘Umar berkata, “Wahai Rasulullah, ia telah menolak keputusanmu.” Rasulullah menjawab, “Engkau adalah al-Faruuq” Lalu, turunlah firman Allah swt, surat al-Nisaa’ ayat 65″.

Thaghut di sini bermakna, semua aturan atau hukum selain hukum Allah swt. Imam Malik, sebagaimana dikutip oleh Ibnu al-‘Arabiy menyatakan, thaghut adalah semua hal selain Allah yang disembah manusia. Misalnya, berhala, pendeta, ahli sihir, atau semua hal yang menyebabkan syirik.”

Imam Qurthubiy, Tafsir al-Qurthubiy, surat Al Ahzab (33):57

Imam Ibnu Katsir, Tafsir Ibnu Katsir, surat Al Ahzab (33):57

Ibnu al-’Arabiy, Ahkaam al-Quraan, Juz I, ed.I, Daar al-Fikr, 1988, hal.577. Lihat juga pada Imam Qurthubiy, Tafsir Qurthubiy, juz II, hal.97; Ibnu Hajar, al-Kaaf al-Syaaf, hal.45

Imam “Abdurrahman Nashir al-Sa’diy, Taisiir al-Kariim al-Rahman fi Tafsiir Kalaam al-Manaan, hal.90.

Ibnu al-’Arabiy, Ahkaam al-Quraan, Juz I, ed.I, Daar al-Fikr, 1988, hal. 578

Satu Tanggapan

  1. Ayo cintai Rasulullah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: