Perkataan Yang Paling Utama Di Dalam Tauhid

Ketahuilah, semoga Allah swt selalu meridloi diri saya dan diri anda, atas apa yang diridloiNya. Sesungguhnya kebenaran iman itu mensyaratkan kebenaran aqidah; yakni agar kita menyakini Allah swt itu Maha Hidup, Maha Mengetahui, dan Maha Berkuasa. Baca selebihnya »

Bergembiralah, Niscaya Rejeki Allah Akan Mendatangimu

Imam Ahmad menuturkan, “Telah meriwayatkan kepada kami, Hisyam bin al-Qasim; telah meriwayatkan kepada kami,  ‘Abdul Hamid (Ibnu Bahram), dimana ia berkata; telah meriwayatkan kepada kami, Syahr bin Hausyab, bahwasanya ia berkata; Abu Hurairah berkata, “Dahulu kala, seorang laki-laki dan isterinya tengah berada di masa paceklik yang menjadikan mereka tidak mampu melakukan apapun.  Suatu saat, laki-laki tersebut baru saja pulang dari perjalanannya. Baca selebihnya »

ADIL, IHSAN, SEDEKAH, DAN AMAR MAKRUF NAHI ‘ANIL MUNGKAR

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran”. [TQS An Nahl (16):90]
Imam Syaukani dalam Fathu al-Qadiir  menafsirkan ayat di atas sebagai berikut, “Para ulama berbeda pendapat dalam menafsirkan adil dan ihsan. Ada yang berpendapat, adil adalah kalimat tauhid (laa ilaha illa al-Allah), sedangkan ihsan adalah melaksanakan seluruh kewajiban. Baca selebihnya »

KESALAHAN-KESALAHAN DI DALAM BUKU WAMY (new)

Orang Kafir diperbolehkan menjadi anggota Hizb dan wanita diperbolehkan menjadi anggota Majelis Syura
Statement ini merupakan kedustaan yang ditikamkan kepada Hizbut Tahrir.  Pasalnya, Hizbut Tahrir telah melarang orang kafir menjadi anggotanya.  Pendirian Hizbut Tahrir seperti ini didasarkan pada firman Allah swt;

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung”. [TQS Ali Imron (3):104] Baca selebihnya »

Ingatlah Kepada Allah Sebelum Kamu Bermaksiyat

Sebelum kamu bermaksiyat, ingatlah; Sesungguhnya Allah swt Maha Mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan nyatakan.  Allah swt berfirman;

يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ
“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati..”[TQS Al-Mukmin (40):19]
Sebelum kamu bermaksiyat, ingatlah; sesungguhnya malaikat memantau semua perkataan dan perbuatanmu, dan menulisnya di dalam catatan amalmu.  Allah swt berfirman;

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
“Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir”.[TQS Qaf (50): 18] Baca selebihnya »

PERBUATAN YANG PALING BAIK

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”.[TQS Al Mulk (67) : 2]

Imam Ibnu Katsir menyatakan, “Berdasarkan ayat ini, ada orang yang berpendapat bahwa, kematian adalah amr wujudiy (perkara yang bersifat wujudiy), dikarenakan ia adalah makhluk. Makna ayat ini adalah, sesungguhnya Allah swt menciptakan makhluk dari ketiadaan untuk menguji mereka, siapa yang paling baik amalnya. Baca selebihnya »

AKIBAT MENGIKUTI ORANG SESAT

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ  () إِذْ تَبَرَّأَ الَّذِينَ اتُّبِعُوا مِنَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا وَرَأَوُا الْعَذَابَ وَتَقَطَّعَتْ بِهِمُ الْأَسْبَابُ () وَقَالَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا لَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَتَبَرَّأَ مِنْهُمْ كَمَا تَبَرَّءُوا مِنَّا كَذَلِكَ يُرِيهِمُ اللَّهُ أَعْمَالَهُمْ حَسَرَاتٍ عَلَيْهِمْ وَمَا هُمْ بِخَارِجِينَ مِنَ النَّارِ
“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). (Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali. Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: “Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami.” Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan ke luar dari api neraka”.[TQS Al Baqarah (2):165-167] Baca selebihnya »

DZIKIR DAN DOA KETIKA BERADA DALAM PERJALANAN

Sunnah Sebelum Bepergian
1.    Disunnahkan ketika seseorang berniat untuk bepergian, mengerjakan sholat dua rakaat, berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Thabaraniy.
2.    Menurut Ulama Syafi’iyyah, disunnahkan pada rakaat pertama –setelah membaca al-Fatihah—membaca “Qul Ya Ayyuhal Kaafiruun”., dan pada rakaat kedua membaca “Qul Huwallahu Ahad”. Baca selebihnya »

ISTIQAMAH DI JALAN ALLAH

Definisi
Menurut pengertian bahasa (literal), al-istiqaamah bermakna al-i’tidaal (lurus). Jika dinyatakan “istaqaama lahu al-amr”, maknanya adalah tegak lurus.  Seperti halnya firman Allah swt, “Tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepadaNya”. [TQS al-Fushshilat (41): 6].    Makna “istiqamah” pada ayat ini adalah tegak lurus untuk selalu menghadap kepada Allah swt, tanpa berpaling kepada yang lain.  Istiqaamah juga bermakna al-istiwaa` (lurus dan setimbang).  Makna semacam ini bisa dijumpai di dalam surat al-Fushilat, “Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah, kemudian beristiqamah..”[TQS al-Fushshilat [41]:30] Baca selebihnya »

LIBERALISME DALAM TELAAH KRITIS

Formalisasi Syariah; Tantangan Bagi Liberalisme
Bila kita menengok kembali beberapa peristiwa menonjol 2 – 3 bulan yang lalu, mulai dari pro dan kontra seputar pengesahan RUU APP, yang kemudian meluas (atau tepatnya dibelokkan) menjadi isu pengubahan Pancasila sebagai ideologi negara, ancaman atas keutuhan NKRI, peninjauan ulang perda-perda berbau syariah, hingga isu pembubaran “ormas-ormas radikal”, setidaknya telah memberikan gambaran kepada kita, betapa telah terjadi benturan keras antara kelompok liberalis dengan kelompok Islam pro-penerapan syariah. Kelompok liberalis yang beberapa bulan ini mengalami beberapa pukulan, terutama setelah MUI mengeluarkan fatwa haramnya SIPILIS (Sekulerisme, Pluralisme dan Liberalisme); serta perlawanan kaum Muslim terhadap draft undang-undang PKDRT, UU Tenaga Listrik, UU Migas, dan lain sebagainya. Baca selebihnya »