ISLAM DAN NEGARA

Relasi Islam dengan Negara
Pada dasarnya, Islam tidak bisa dipisahkan dari negara. Begitu pula sebaliknya, negara juga tidak bisa dipisahkan dari Islam. Keduanya adalah dua sisi mata uang yang tidak mungkin dipisah-pisahkan lagi. Hanya saja, ketika kaum sekuleris berusaha memasukkan ide-ide sekuler mereka ke tengah-tengah kaum Muslim, mereka terus menerus mengangkat isyu [...]

BERLIPAT GANDA ATAU TIDAK; RIBA TETAPLAH HARAM

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memakan riba dengan berlipat ganda.”[TQS Ali Imran (3):130]

Pada dasarnya, keharaman riba secara mutlak telah menjadi perkara yang ma’luum min al-diin wa al-dlarurah. Sejak masa awal-awal Islam hingga menjelang keruntuhan Islam, keharaman riba dalam berbagai bentuknya, berlipat ganda atau tidak, merupakan pendapat yang dipegang teguh oleh ‘ulama-’ulama wara’, dan [...]

LARANGAN MENYAKITI ALLAH DAN RASUL

Larangan Menyakiti Allah dan RasulNya
Seorang Mukmin dilarang menyakiti atau menentang Rasulullah saw. Allah swt berfirman;
إِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا مُهِينًا
“Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan”.[TQS Al Ahzab (33):57]

TIDAK ADA PENGANGKATAN NABI DAN RASUL BARU

Pada dasarnya, tertutupnya pintu risalah dan nubuwwah (kenabian) setelah wafatnya Nabi Mohammad saw merupakan perkara mutawatir, dan telah menjadi konsensus para shahabat ra (ijma’ shahabat). Menyakini masalah ini merupakan bagian dari keimanan, dan siapa saja yang menyelisihinya telah terjatuh kepada kekafiran. Sebab, perkara ini termasuk ma’lum min al-diin wa al-dlarurah, dan bagian dari aqidah al-Islaamiyyah.